VOLTAGE SUMMING
[Kembali]
- Untuk menyelesaikan tugas Elektronika yang diberikan oleh Bapak Dr. Darwison
- Untuk lebih memahami materi Voltage Summing
[Kembali]
Alat
a. Instrument
Osiloskop
OSILOSKOP adalah komponen elektronika yang mempunyai kemampuan menyimpan electron-elektron selama waktu yang tidak tertentu. Osiloskop dilengkapi dengan tabung sinar katode. Peranti pemancar elektron memproyeksikan sorotan elektron ke layar tabung sinar katode.
FUNGSI Osiloskop adalah untuk mengamati bentuk gelombang input dan output pada rangkaian.untuk mengamati bentuk gelombang input dan output pada rangkaian.
keterangan
Spesifikasi
b. Generator
Vsine
Fungsi: Sebagai sumber daya AC
Spesifikasi
DC Magnitude | DC offset used in an Operating Point Analysis. (Default = 0). |
AC Magnitude | the magnitude of the source when used in an AC Small Signal Analysis. (Default = 1). |
AC Phase | the phase of the source when used in an AC Small Signal Analysis. (Default = 0). |
Offset | DC offset voltage of the signal generator (in Volts). (Default = 0). |
Amplitude | peak amplitude of the sinusoid (in Volts). (Default = 1). |
Frequency | frequency of the sinusoidal output voltage (in Hz). (Default = 1K). |
Delay | delay time until the source voltage commences (in seconds). (Default = 0). |
Damping Factor | the rate at which the sinusoid decreases/increases in amplitude (in 1/seconds). A positive value results in an exponentially decreasing amplitude; a negative value gives an increasing amplitude. A zero (0) value gives a constant amplitude sine wave. (Default = 0). |
Phase | phase shift of the sinusoid at time zero (in Degrees). (Default = 0). |
Bahana. OP-AMP atau Operational Amplifier sering disebut juga dengan Penguat Operasional.
Fungsi : Sebagai penguat sinyal listrik
Spesifikasi : U1:B 1458
Fungsi : Sebagai penghambat arus listrik
Spesifikasi : R1 1k
c. Ground
Fungsi : Sebagai penghantar arus listrik ke tanah
3. Dasar Teori [Kembali]VOLTAGE SUMMING
Penggunaan op-amp populer lainnya adalah sebagai penguat penjumlah. Gambar 15.8 menunjukkan hubungan dengan keluaran menjadi penjumlahan dari ketiga masukan tersebut, masing-masing dikalikan dengan keuntungan yang berbeda. Tegangan keluarannya adalah
Voltage Subtraction
Dua sinyal dapat dikurangi, satu dari yang lain, dengan berbagai cara. Gambar 15.10 menunjukkan dua tahap op-amp yang digunakan untuk memberikan pengurangan sinyal input. Hasilnya keluaran diberikan oleh
Sambungan lain untuk memberikan pengurangan dua sinyal ditunjukkan pada Gambar 15.11. Koneksi ini hanya menggunakan satu panggung op-amp untuk mengurangi dua sinyal input. Dengan menggunakan superposisi, output dapat ditampilkan menjadi
[Kembali]
1. Tentukan output untuk rangkaian Gambar 15.10 dengan komponen Rf 1 Mฮฉ, R1 100 kฮฉ, R2 50 kฮฉ, dan R3 500 kฮฉ.
Jawab:
Outputnya terlihat sebagai perbedaan V2 dan V1 dikalikan dengan faktor penguatan 20.
2. Tentukan tegangan keluaran untuk rangkaian Gambar 15.12.
Jawab:
Tegangan keluaran yang dihasilkan dapat dinyatakan sebagai
Tegangan keluaran yang dihasilkan terlihat sebagai perbedaan dari dua tegangan masukan.
5. Problem [Kembali]
1. Hitung tegangan keluaran untuk rangkaian Gambar. 15.51 dengan masukan V1 40 mV rms dan V2 20 mV rms.
Jawab:
= -[470/70 (40) + 470/12 (20)]
= -[ 400 +783,3 ]
= -[1183,3] mV
= -1,18 V
2. Tentukan tegangan keluaran untuk rangkaian Gambar 15.53.
Jawab:
= -[470/47 (18) - 470/47 x 330/33 (12)] = -[180 - 1200]
= -[ -1020]
= 1020 mV
6. Soal Pilihan Ganda [Kembali]
1. Hitunglah Vot dari rangkaian summing amplifier berikut:
a. -90 mV
b. -150 mV
c. -70 mV
d. -50 mV
Jawab :
2. Hitunglah Vot dari rangkaian summing amplifier berikut:
a. -100 mV
b. -85 mV
c. -50 mV
d. -35 mV
[Kembali]
Gambar 15.8
Prinsip kerja
Tegangan dari baterai 1,2 dan 3 yang dihubungkan secara paralel akan mengalirkan arus menuju resistor R1, R2, R3 yang dihubungkan secara paralel mengeluarkan arus yang dibagi ke Rf dan ke Op-amp, pada op-amp nantinya akan terjadi penguatan dengan rumus Vo = - (Rf/R1*V1 + Rf/R2 *V2 + Rf/R3 *V3) sehingga didapat Vout sebesar -35,9V
Gambar 15.9
Prinsip kerja
Tegangan dari sumber AC yang dihubungkan secara paralel akan mengalirkan arus menuju resistor R1 dan R2 yang dihubungkan secara paralel mengeluarkan arus yang dibagi ke Rf dan ke Op-amp, pada op-amp nantinya akan terjadi penguatan dengan rumus Vo = - (Rf/R1*V1 + Rf/R2 *V2) sehingga didapat Vout sebesar 0.25V
Gambar 15.10
Prinsip kerja
Tegangan Dari sumber AC melewati R1 dan tegangan dibagai menuju ke Rf dan ke OpAmp terjadi penguataan arus dari OpAmp akan melewati R3 dari sumber AC2 akan masuk ke R2 yg parelel dengan R3 dan tegangan nya akan dibagai ke Rf dan ke Op Amp dengan Rumus V0 = -(Rf/R2*V2 - Rf/R3 * Rf/R1 *V1) didapat kan Hasilnya -10.8
Gambar 15.11
Prinsip kerja
Tegangan Dari baterai V1 melewati R1 arus dibagi secara paralel dengan R3 ke kaki non inverting OpAmp dan selanjutnya tegangan dari baterai V2 melewati R2 dan akan dibagi ke R4 dan kek kaki inveritng OpAmp denga Rumus Vo = R3/R1+R2 * R2+R4/R2 *V1 - R4/R2 *V2 didapatkan output sebesar 0V
Gambar 15.12
Prinsip kerja
Tegangan Dari baterai V1 melewati R1 arus dibagi secara paralel dengan R3 ke kaki non inverting OpAmp dan selanjutnya tegangan dari baterai V2 melewati R2 dan akan dibagi ke R4 dan kek kaki inveritng OpAmp denga Rumus Vo = R3/R1+R2 * R2+R4/R2 *V1 - R4/R2 *V2 didapatkan output sebesar 0V
[Kembali]
Pada percobaan kali ini dilakukan dengan prosedur sebagai berikut:
- Mempersiapkan Alat dan Bahan seperti yang telah tertera pada Sub Bab Alat dan Bahan di atas
- Merangkai Rangkaian sesuai dengan jenisnya masing-masing dan sesuai dengan gambar
- Amatilah nilai input dan output dengan menyesuaikannya dengan rumus yang ada
- Amatilah respon grafik sinyal input dan outputnya.
[Kembali]
Video 15.9
Video 15.10
Video 15.11
Video 15.12
Tidak ada komentar:
Posting Komentar